Pesan Nabi Muhammad S.A.W Malaikat Maut Melihat Wajah Kita 70 Kali Setiap Hari.Semoga Kita Sentiasa Ingat

Hadith ini adalah hadith yang masyhur dan diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dikatakan bahawa Nabi SAW bersabda :

إِنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ لَيَنْظُرُ فِي وُجُوهِ الْعِبَادِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِينَ نَظْرَةً، فَإِذَا ضَحِكَ الْعَبْدُ بَعَثَ إِلَيْهِ يَقُولُ: يَا عَجَبَاهُ بُعِثْتُ إِلَيْهِ لأَقْبِضَ رُوحَهُ وَهُوَ يَضْحَكُ

Maksudnya : “Sesungguhnya malaikat maut akan melihat wajah-wajah hamba (manusia) setiap hari sebanyak 70 kali, apabila hamba tersebut ketawa maka akan diutuskan malaikat tersebut kepadanya lalu berkata: Sangat menghairankan, aku telah diutuskan kepada engkau untuk mengambil rohnya ketika dia sedang ketawa”. [Jami’ al-Kabir, 1:79454, no. hadith: 1741]

Jawapan :

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, selawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga baginda SAW, sahabat baginda SAW serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah baginda SAW.

Hukum hadith

Riwayat ini telah dihukum sebagai palsu oleh Ibn Iraq al-Kinani dan beliau telah memasukkannya di dalam kitabnya iaitu “Tanzih al-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar al-Syani’ah al-Maudhu’ah”. [Lihat: 2:375]

Tarjih

Setelah kami meneliti dan menekuni riwayat tersebut, riwayat ini juga terdapat di dalam kitab “al-Tazkirah” oleh Imam al-Qurthubi dan juga di dalam “Tarikh al-Baghdad” oleh Ibn al-Najjar. Walaubagaimanapun, kami cenderung dan sependapat dengan Ibn Iraq bahawa hukum riwayat atau hadith ini adalah palsu. Untuk itu, kita tidak boleh sama sekali menyandarkannya kepada Nabi SAW ataupun menyebarkannya kepada orang lain.

Penutup

Kesimpulannya, mengenalpasti akan kesahihan status sebuah hadith adalah penting kerana Nabi SAW telah mengancam terhadap orang-orang yang melakukan pendustaan terhadapnya dan juga kalamnya (hadithnya). Sebagaimana sabda Nabi SAW:

مَن حَدَّثَ عنِّي بِحديثٍ ، يَرَى أنَّهُ كَذِبٌ ، فَهُوَ أحَدُ الكاذِبَيْنِ

Maksdunya: “Barangsiapa yang berkata-kata daripadaku akan sebuah hadith dan dia melihat bahawa ia adalah dusta maka dia adalah salah seorang daripada pendusta itu”. (Riwayat Muslim, Tirmizi, Ibn Majah)

Akhirnya, semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang cintakan ilmu serta memberi kita kefahaman di dalam agama ini dan memelihara kita daripada melakukan kesalahan dalam menyampaikan hadith Nabi SAW. Amin.

Mengapa Rasulullah Mel4rang Keluar Waktu Maghrib?

Pernahkah kalian mendengar larangan “Jangan keluar mahgrib-magrib, banyak mahluk halus!”

Bahkan larangan tersebut sangat berlaku pada anak kecil. Demi mereka bisa diam di rumah, orang tua rela menakut-nakuti anaknya dengan cerita-cerita hantu yang mengerikan. Sebenarnya, apa sebab alasan dibalik larangan keluar rumah saat maghrib itu?

Ternyata larangan orang tua tersebut bukan tidak berdasar, kerana Rasulullah Saw menjelaskan agar kita menahan diri di dalam rumah saat hari mulai gelap (maghrib) sampai waktu isya’ tiba.

Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di petang hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu syaitan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, kerana sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian!”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada saat hari mulai gelap, syaitan mulai datang dan menyebar mencari tempat tinggal. Beberapa tempat yang disenangi syaitan adalah : rumah yang kosong, juadah yang kosong dan terbuka, sebagian mereka berlindung diantara sekelompok manusia yang tengah berkumpul (duduk-duduk), tempat sampah, dan tempat-tempat kotor lainnya. Tak jarang pula setan menjadikan anak kecil sebagai tempat berlindung dan mengganggunya kemudian meninggalkannya, kadangpula setan menetap hingga beberapa waktu lamanya sehingga kadangkala kita bisa mendengar anak kecil menangis tanpa sebab yang jelas.

Apa yang harus dilakukan?

Menutup pintu dan jendela rapat-rapat saat maghrib

Menutup tempat makanan
Menahan anak-anak didalam rumah pada saat maghrib

Jika berada di jalan, maka perlahankan laju kenderaan
Bentengi diri dan keluarga dengan doa dan berdzikir

Ganti lampin bayi, karena syaitan suka tempat yang kotor dan najis.
Semoga informasi diatas dapat menambah pengetahuan kita semua. Wallahualam. Selamat Beramal.

Sumber: Kajian Lagi via islamituindah/Foto: Haryo Bayu

Sudah Baca Jangan Lupa Like & Share Yaa.. Terimakasih..

Jom join group Ceramah Apa Hari Ini (CAHI) , Sama2 Kita Mencari Serta Berkongsi Ilmu… insyaAllah bermanfaat disana.. TQ
Ingin Sertai –> Klik Di Sini