Sayu.. Kanak2 Menagis Histeri4 Apabila Melihat Pel4ku P3mbunvhan Ayahnya

Bapanya disembelih hingga mati, anak yatim mengamuk & histeria bertemu si pelaku
sebuah video memaparkan seorang anak tidak dapat menahan perasaan marah apabila berhadapan dengan pembunuh ayahnya.

Difahamkan kejadian itu yang berlaku pada 26 november 2020, telah menyebabkan anak mangsa, Menanti Simbolon menjadi anak yatim. Dalam lakonan semula kes pembunuhan terhadap Rianto Simbolon yang dilakukan di hadapan anak mangsa itu, apabila menonton babak demi babak lakonan semula membuatkan anak mangsa tidak dapat menahan emosinya.

Dia menjadi histeria dan meluru ke arah si pelaku. Kini, tujuh daripada anak mangsa telah menjadi yatim piatu. Sebelum Rianto Simbolon dibunuh, isterinya telah pun meninggal dunia pada 2019.

Kes pembunuhan beramai-ramai itu berlaku di Samosir. Pelajar darjah 3 di SMAN 1 Ronggur Ni Huta bernama Menanti Simbolon menyaksikan satu persatu adegan pembunuhan beramai-ramai secara kejam oleh pembunuh yang terlibat dalam kes pembunuhan bapanya.

Selepas menyaksikan satu persatu adegan pembunuhan beramai-ramai daripada pelakunya, Menanti tidak dapat menahan air matanya. Dia juga mula tidak dapat mengawal emosinya yang meluap-luap akibat terlalu kecewa dan marah.

Seorang anak pasti mempunyai rasa kasih dan sayang yang teramat sangat terhadap ibu dan bapa mereka. Begitu jugalah dengan Menanti yang tidak lagi dapat menahan diri apabila melihat bapanya menjadi mangsa pembunuhan. Ini menyebabkan dia begitu histeria apabila melihat pelaku yang melakukan lakonan semula pembunuhan beramai-ramai di hadapannya.

“Kenapa kamu bunuh ayah saya!,” jerit Menanti menggunakan bahasa tempatan sambil menangisi bapanya.

40 Kata-kata bijak ayah untuk anak tercinta, bikin terenyuh
Ayah adalah orang percaya akan kemampuanmu. Orang yang pertama kali yakin bahwa kamu pasti bisa.
1. “Cinta seorang ayah akan selalu tersembunyi di dalam hatinya dan senyumannya.”

2. “Lelah mu hari ini lebih baik nak dari pada penyesalanmu di masa tuamu…berjuanglah selagi bisa.”

3. “Terkadang, dalam bersedih, ayah lebih banyak diam karena memang tak pandai untuk menangis.”

4. “Putraku tercinta, jadilah anak lelaki yang pantang menyerah, disiplin, sabar, dan tangguh.”

5. “Anakku, walaupun aku tetap diam saat engkau memarahiku, aku akan tetap berusaha untuk

mencari rezeki untukmu dan membesarkan dirimu.”

6. “Laki-laki yang tulus mencintaimu adalah dia yang tak akan membiarkan dirimu disakiti oleh orang lain termasuk disakiti oleh dirinya sendiri.”

7. “Aku memang benci kekalahan. Akan tetapi, aku berharap kamu bisa mengalahkan diriku dalam meraih kesuksesan.”

8. “Ayah pasti mengerti semua keinginan anaknya. Tapi sebaliknya, seorang anak terkadang bersikap tak acuh terhadap ayahnya.”

9. “Sekuat atau sekekar apapun tubuh ayah, ia akan merasa lemah saat melihat buah hatinya sakit.”

10. “Aku hanya ingin membuatmu bangga, meski yang terjadi tak selalu bisa sama dengan apa yang aku harapkan.”

11. “Jangan pernah kecewa, jangan pernah merasa gagal, karena Tuhan itu Maha Baik.”

12. “Maafkan aku karena tidak bisa seperti ayah teman-temanmu, tapi aku berjanji untuk memberimu segala yang terbaik yang bisa aku berikan sebelum aku ‘pergi’.”

13. “Setiap orang punya masa lalu nak, jangan permasalahkan masa lalunya. Lihatlah bagaimana dia sekarang karena tak ada manusia sempurna.”

14. “Masalah itu pasti ada. Di sini kamu menjadi belajar, bagaimana menyikapi dan menyelesaikan secara baik.”

15. “Berdoalah untuk hari esok, tenangkan pikiranmu hari ini, semoga esok semua urusanmu lancar nak.”

16. “Hati-hati akan adanya pujian, karena itu bisa membuat dirimu sombong.”

17. “Jika cinta itu ialah rasa peduli, maka sebabnya ayah selalu menasihati tiap kesalahan anak-anaknya.”

18. “Maafkan ayah karena tak bisa seperti ayah teman-temanmu yang lain. Akan tetapi, ayah berjanji untuk memberikan segala yang terbaik yang bisa ayah persembahkan, sebelum ayah beranjak pergi.”

19. “Hidup itu untuk sebuah kemenangan, bukan kekalahan seperti pecundang.”

20. “Ayah, adalah cinta pertama anak perempuannya yang tak akan mengkhianati apalagi menyakiti anaknya.”

21. “Semangat ibu dan ayah itu tak akan pernah pupus untuk keluarga.”

22. “Restu dari Ayah dan Ibu adalah ridho dari Yang Maha Kuasa untuk langkahmu.”

23. “Sebuah nasihat ayah adalah wujud kepeduliannya kepada kita anaknya.”

24. “Bagaimanapun engkau kelak jadi apa, kau tetaplah anakku!”

25. “Kau harus kuat karena kaulah yang akan menggantikanku menjaga ibumu saat aku telah tiada nanti.”

26. “Aku kuat menahan penderitaan, tapi aku akan hancur jika melihat kau dan ibumu ikut merasakannya.”

27. “Selamat pagi nak, semangatkan pagimu ya, dengan sarapan dan doamu di pagi ini.”

28. “Anakku jagalah auratmu, jangan kau biarkan auratmu terbuka.”

29. “Tak ada yang kekal di dunia ini nak, termasuk juga masalahmu nak. Bersabarlah…semua akan indah pada waktunya.”

30. “Sebagai anak perempuan kau harus berusaha mandiri, karena kau suatu saat nanti akan menjadi seorang ibu.”

31. “Ayah memang beda dari seorang ibu, namun ayah dan ibu selalu berusaha menjagamu.”

32. “Kita boleh berharap, tapi tidak bermimpi kosong, cobalah untuk menjadikannya nyata nak, walau tidak sempurna.”

33. “Ayah selalu punya 1000 alasan untuk tetap berjuang dan menepis kesedihannya.”

34. “Cinta seorang ayah memang tak terlihat, karena memang ayah tak pandai menunjukannya.”

35. “Ayah mengajarkan tentang pengorbanan, Ibu mengajarkan tentang ketulusan.”

36. “Jagalah pergaulan dari pergaulan yang bebas, karena harga diri kau akan terlihat tidak sopan.”

37. “Air mata ayah, hanya ada di dalam hatinya.”

38. “Hidup ini terlalu berat untuk mengandalkan diri sendiri tanpa melibatkan bantuan Tuhan dan orang.”

39. “Saat jalan yang dilalui kian berliku, maka beristirahatlah sebentar. Tenangkan pikiran dan temukan jalan keluarnya.”

40. “Belajarlah sungguh-sungguh dengan itu kamu, akan mendapatkan apa yang kau inginkan.”

Sumber:MyMediaMaya

Jom join group Ceramah Apa Hari Ini (CAHI) , Sama2 Kita Mencari Serta Berkongsi Ilmu… insyaAllah bermanfaat disana.. TQ
Ingin Sertai –> Klik Di Sini