Subhanallah..Ini Lah Kisah Keberkatan Baju Nabi Muhammad S.A.W

Kisah Keberkahan Baju Rasulullah SAW

Pada Suatu hari seorang pengemis mendatangi rumah Rasulullah SAW. Pengemis itu berkata: “Saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah SAW.”

Rasulullah bersabda : “Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu”.

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Nabi.

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar:

“Siapa yang mau membeli baju Rasulullah?”

Maka dengan cepat orang-orang berkumpul, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:

“jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya orang kaya yang buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah itu, orang buta tersebut kemudian berdo’a dan berkata:

“Yaa Rabb, dengan haq (kebenaran) Rasulullah SAW dan berkah baju yang suci ini, kembalikanlah pandanganku”

Masya Allah… Dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, ia pun pergi menghadap Rasulullah SAW dengan penuh gembira dan berkata : “Wahai Rasulullah… pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju ini sebagai hadiah dariku”

Sebelum itu, orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah SAW tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasulullah SAW jarang sekali tertawa sampai terlihat gigi geraham.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada Sayyidah Aisyah :

“Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkah-Nya, ia telah menjadikan kaya orang yang miskin, menyembuhkan orang yang buta, dan memerdekakan budak serta kembali lagi kepada kita”

Al-Imam As-Suyuthi menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 kategori :

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ

(بغية المسترشدين)

“Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

Satu akan dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.
Satu akan dibalas sembilan puluh (1: 90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

Satu akan dibalas sembilan ratus (1: 900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.
Satu akan dibalas seratus ribu (1:100.000) yaitu bersedekah kepada kedua orang tua.

Satu akan dibalas sembilan ratus ribu (1: 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yang alim atau ahli fiqih.
Sumber : Kitab Bughyatul Musytarsyidin)

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Artinya: Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah.

Sumber: 24newst

Kenali pakaian yang disukai Rasulullah SAW

WALAUPUN pakaian kita banyak dan penuh satu almari atau lebih tetapi pasti kita ada pakaian kegemaran, bukan?

Ya, setiap orang ada cita rasa masing-masing dalam berpakaian dan sudah tentulah keselesaan yang menjadi keutamaan.

Sepertimana kita, Nabi Muhammad SAW juga ada pakaian yang disukai baginda.

Rasulullah SAW gemar memakai Qamis iaitu baju seperti kurta yang berlengan panjang sampai pergelangan tangan dan berkolar.

Ukuran panjangnya pula sampai ke tengah betis.

Ia sebagaimana disebutkan di dalam hadis, daripada Ummu Salamah RA berkata: “Antara pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah kurta iaitu jenis baju labuh.” (Riwayat Abu Dawud)

Kenapa baginda SAW suka memakai kurta? Ia kerana seluruh tubuh baginda dapat ditutupi dengan sempurna sedangkan kain sarung atau baju biasa tidak dapat memenuhi tujuan tersebut.

Apabila seorang lelaki memakai apa sahaja pakaian yang tidak melebihi kedua buku lalinya, ia merupakan sunah yang mulia.

Seperkara lagi, Nabi Muhammad SAW amat menghargai pakaian dan akan memakainya sehingga lusuh serta koyak.

Baginda tidak mempunyai banyak pakaian dan kebanyakan yang dipakai baginda ialah hadiah daripada orang lain.

Daripada Abu Bardah RA daripada bapanya berkata: “Aisyah RA telah menunjukkan kepada kami sehelai kain sarung yang telah lusuh sambil berkata bahawa Rasulullah SAW ketika wafatnya memakai pakaian ini.” (Riwayat al-Bukhari)

Sebagai umatnya, sebaiknya kita hargai pakaian yang kita ada dan jangan terlalu ghairah dalam menambah koleksi persalinan baharu.

(Sumber: Noorshahira Ghazali)

Sudah Baca Jangan Lupa Like & Share Yaa.. Terimakasih..

Jom join group Ceramah Apa Hari Ini (CAHI) , Sama2 Kita Mencari Serta Berkongsi Ilmu… insyaAllah bermanfaat disana.. TQ
Ingin Sertai –> Klik Di Sini